08 Feb 2010 |
|
Banyak yang terhenyak ketika Edhie Baskoro Yudhoyono berhasil memperoleh suara tertinggi dalam pemilu legislatif 2009 lalu. Bukan saja karena Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono merupakan pendatang baru dalam kancah politik nasional, tetapi juga karena Ibas ditempatkan di daerah pemilihan Jawa Timur VII yang menjadi basis kekuatan PKB, Partai Golkar serta PDIP. Pertanyaan yang banyak diajukan sejumlah kalangan: benarkah Ibas hanya sekedar mengandalkan darah biru Susilo Bambang Yudhoyono?Pertanyaan itulah yang mengusik Charta Politika Indonesia untuk menjawabnya melalui buku "Bukan Sekedar Darah Biru: Kemenangan Fenomenal Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Pemilu 2009". Buku yang berada di tangan pembaca ini menjelaskan strategi dan faktor kemenangan Ibas dalam pemilu legislatif tahun lalu. Kehadiran buku ini sangat penting bagi kandidat yang hendak maju dalam kontestasi politik baik di tingkat lokal maupun nasional. Karena buku ini menjelaskan secara detail langkah-langkah yang harus ditempuh kandidat untuk dapat mengenali perilaku pemilih, meningkatkan kadar popularitas dan elektabilitas, merawat dukungan pemilih, serta memaksimalkan dukungan pemilih. Buku ini berangkat dari pengalaman lapangan langsung dari Charta Politika Indonesia yang terlibat dalam tim pemenangan Ibas bersama "Laskar Berlian" dan "FOX Indonesia". Pesan utama yang hendak disampaikan dalam buku ini adalah bahwa kemenangan Ibas dalam pemilu lalu bukan hanya karena ia adalah seorang putera Susilo Bambang Yudhoyono. Tetapi kemenangan Ibas ditopang oleh persiapan kampanye yang matang, pembentukan tim pemenangan yang diisi oleh kelompok profesional dari konsultan politik, manajemen tim pemenangan yang rapi, penggunaan strategi kampanye yang terukur, serta perpaduan antara strategi kampanye melalui "perang udara" dan "perang darat". Dalam buku ini, pembaca dapat memperoleh gambaran bagaimana mengelola tim pemenangan, menganalisis hasil survei dan focus group discussion (FGD) serta bagaimana melakukan aktivitas door to door campaign. Charta Politika Indonesia percaya bahwa aktivitas dan strategi kampanye yang terukur dan dilakukan melalui pendekatan kampanye modern, seperti survei perilaku pemilih, analis branding, analis micro-targeting dan door to door campaign, akan berhasil memaksimalkan kemampuan kandidat untuk meraup dukungan yang maksimal dalam pilkada dan pemilu legislatif. |



Banyak yang terhenyak ketika Edhie Baskoro Yudhoyono berhasil memperoleh suara tertinggi dalam pemilu legislatif 2009 lalu. Bukan saja karena Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono merupakan pendatang baru dalam kancah politik nasional, tetapi juga karena Ibas ditempatkan di daerah pemilihan Jawa Timur VII yang menjadi basis kekuatan PKB, Partai Golkar serta PDIP. Pertanyaan yang banyak diajukan sejumlah kalangan: benarkah Ibas hanya sekedar mengandalkan darah biru Susilo Bambang Yudhoyono?
Arsip artikel Charta Politika Indonesia.