Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/sloki/user/h25389/sites/chartapolitika.com/www/modules/mod_gk_news_highlighter/helper.php on line 320
HOT NEWS

17

Jul

2009

PDF Print E-mail
Evaluasi Pertarungan Isu pada Pilpres 2009

Election HQPemilu Presiden 2009 telah selesai. Hasil quick count sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono sebagai pemenang dalam satu putaran. Bagaimana pertarungan isu dan opini publik selama masa pilpres dan siapakah yang berhasil mempengaruhi opini publik di media massa?
Charta Politika menganalisis pemberitaan tujuh media cetak nasional, yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan mengklasifikasikan berita berdasarkan topik bahasan utama, bobot, tone issue, intensitas, dan kontennya selama 2 - 29 Juni 2009. Penelitian diklasifikasikan pada tiga tema besar, yakni analisis isu, analisis intensitas statement capres-cawapres, serta analisis statement elite dan pengamat politik.

Hasil analisis menunjukkan, isu yang berkembang dalam Pilpres 2009 belum focus. Fenomena ini hampir merata pada semua kandidat. Hal itu tampak dari masih mengambangnya isu-isu. Semua kandidat terjebak pada sikap berbalas kampanye negatif, bukan perdebatan program politik. Makanya isu mengenai kampanye hitam menjadi top issue dengan bobot pemberitaan di media massa mencapai 27.000.

Belum fokusnya pengembangan isu bisa dilihat dari analisis top statement masing-masing kandidat. Dari 10 top statement Megawati di media massa, sekitar 27,6 persen tentang penyelenggaraan pemilu yang adil, jujur, dan demokratis, serta 19 persen mengomentari wacana pilpres satu putaran. Dari 10 top statement SBY, 16,5 persen tentang sengketa perairan Ambalat, 14,3 persen tentang kinerja pemerintahan, dan 12, 1 persen tentang pembangunan listrik. Dari 10 top statement JK, 16,3 persen berbicara tentang pentingnya kebebasan pers, 15,2 persen tentang perdamaian Poso dan Ambon, serta 13 persen tentang slogan kampanye, "Lebih cepat lebih baik".

Secara keseluruhan intensitas statement masing-masing kandidat, hasil temuan Charta Politika menunjukkan Jusuf Kalla paling berhasil "menguasai" pemberitaan media massa dengan 216 statemen, disusul Susilo Bambang Yudhoyono 208, dan Megawati 116. Sementara itu, pada level intensitas statement cawapres, Prabowo terlihat lebih dominan dibandingkan cawapres lainnya. Intensitas statement Prabowo 119, Boediono 65, dan Wiranto 66.

Isu yang disampaikan Prabowo cukup beragam. Prabowo tampak konsisten dalam menyampaikan isu ekonomi. Intensitas statement Prabowo soal isu ekonomi 50,94 persen, mengungguli Boediono. Intensitas statement Boediono dalam isu ekonomi 38,85 persen.

Rendahnya statement Boediono dalam isu ekonomi disebabkan "kesibukan" meng-counter isu tentang ekonomi neoliberal, identitas keagamaan, dan rekam jejak Boediono dalam politik. Intensitas statement Wiranto dalam isu ekonomi hanya 13,21 persen. Wiranto banyak berbicara tentang pentingnya pertahanan, alutsista, dan penjelasan atas slogan "Pasangan Nusantara".

Konsultan Politik
Pilpres 2009 menunjukkan menguatnya peran pollster dan konsultan politik. Tak heran bila pembangunan opini publik banyak dipengaruhi oleh lembaga pollster dan konsultan politik. Hasil analisis, dari 15 pengamat politik papan atas di media massa, tujuh di antaranya berasal dari lembaga pollster dan konsultan politik, di antaranya: Bima Arya Sugiarto, Burhanuddin Muhtadi, Johan O Silalahi, Effendy Gazali, Dodi Ambardi, M Qodary, dan Fajar Nur Sahid. Tiga dari LSM (Ray Rangkuti, Hadar N Gumay, dan Jerry Sumampow). Lima lainnya dari akademisi (Rocky Gerung, Arbi Sanit, Firmanzah, Ikrar Nusa Bhakti, dan Syamsuddin Haris).

Kehadiran pollster dan konsultan politik dalam kampanye menandai lemahnya peran partai pendukung koalisi. Hal itu hampir merata di semua pasangan capres-cawapres. Pada tim kampanye SBY-Boediono, dominasi tim konsultan politik begitu kuat. Hal itu mengafirmasi lemahnya peran partai koalisi pendukung SBY dalam membangun opini publik. Dari 15 statement elite politik di media massa, hanya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang berhasil masuk dalam 15 elite partai papan atas. Namun, posisi Suryadharma pun tak begitu mengembirakan. Ia hanya berada di posisi buncit dari 15 elite politik papan atas.

Pada level elite politik, dominasi juru bicara parpol tampak begitu mewarnai pembangunan opini publik. Dari 15 elite terpopuler di media massa, enam di antaranya adalah juru bicara tim kampanye nasional kandidat, di antaranya, Yuddy Chrisnandi, Indra J Piliang, Fadli Zon, Poempida Hidayatullah, Rizal Mallarangeng, dan Andi Mallarangeng.

Hasil temuan menunjukkan, dari 15 elite politik papan atas, intensitas statement tim sukses didominasi oleh tim SBY-Boediono, 41,98 persen, disusul tim Mega-Prabowo, 29,96 persen, dan tim JK-Wiranto, 28,06 persen.

Selain itu, kuat pengaruh kaum muda dalam pembentukan opini publik, baik dari jajaran pengamat politik maupun elite politik. Dari 15 elite politik dan pengamat papan atas di media massa mayoritas berusia muda. Dalam pertarungan isu Pilpres 2009, yang hangat adalah antara tim sukses dan tim konsultan politik masing-masing kandidat, bukan antara ketua umum partai politik. Lima tahun mendatang (Pilpres 2014), merekalah yang akan mewarnai panggung politik Indonesia.

Sumber: Harian Suara Pembaruan, 17 Juli 2009

Comments (1)add comment
0
WoW GOLD
written by wow power leveling , April 24, 2010


Buy and wedding dresses,wow power leveling

report abuse
vote down
vote up

Votes: +1


Write comment
smaller | bigger
 

busy
 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.